Peraturan Akademik

Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Dumai No. 165/SK-KET/STTD/VII/2017 tanggal 27 Juli 2017

BAB I Pengertian Dasar

  • 1Sistem Kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban tenaga pengajar dan penyelenggara program lembaga pendidikan dinyatakan dengan kredit.
  • 2Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan.
  • 3Sistem Kredit Semester adalah suatu kredit untuk suatu program dari suatu jenjang pendidikan yang menggunakan semester sebagai unit waktu terkecil.
  • 4Satuan Kredit Semester atau disingkat SKS adalah satuan yang menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan keberhasilan atas usaha kumulatif bagi suatu program tertentu serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan bagi Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Dumai dan khususnya tenaga pengajar.
  • 5Satu (1) SKS adalah takaran terhadap pengalaman belajar yang diperoleh melalui kegiatan terjadwal, diiringi oleh kegiatan lain yang terstruktur maupun mandiri selama satu semester atau tabungan pengalaman lain yang setara.
  • 6Indeks Prestasi atau disingkat dengan IP adalah kemajuan mahasiswa pada suatu semester tertentu yang diperoleh dengan cara hasil pengalian kredit mata kuliah yang diambil dengan angka mutu (bobot nilai) masing-masing pada mata kuliah tersebut dan kemudian dibagi dengan jumlah kredit yang diambil pada semester tersebut atau dengan rumus sebagai berikut :

    IP = indeks prestasi, Mi = angka mutu, Ki = nilai kredit mata kuliah yang bersangkutan
  • 7Indeks Prestasi Kumulatif atau disingkat IPK, adalah kemajuan belajar mahasiswa sejak dari semester satu sampai semester dimana akan diadakan perhitungan.
  • 8Program Studi adalah kesatuan rencana belajar yang dinyatakan dalam kurikulum sebagai jumlah kegiatan akademik dengan perincian tentang tujuan, proses belajar mengajar dan lama studi untuk mencapai persyaratan pada suatu jenjang pendidikan.
  • 9Penelitian adalah kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empirik, teori, konsep, metodologi, model atau informasi baru yang memeperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.
  • 10Pimpinan Perguruan Tinggi adalah Ketua pada Sekolah Tinggi Teknologi Dumai.
  • 11Mahasiswa pindahan adalah mahasiswa yang pindah dari perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

BAB II Tujuan

Secara khusus tujuan penerapan Sistem Kredit Semester adalah untuk :

  • 1memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya,
  • 2memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah-mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya,
  • 3memberi kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output jamak dapat dilaksanakan,
  • 4dapat melakukan penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa kini dan di masa datang, dan
  • 5memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  • 1Untuk mencapai tujuan sebagaimana tersebut pada pasal 2 dan pasal 3 di atas, maka STT Dumai menyelenggarakan beberapa program studi, yaitu kesatuan rencana belajar yang dinyatakan dalam kurikulum sebagai sejumlah kegiatan akademik.
  • 2Setiap program studi diselenggarakan dan dibina oleh program studi dalam lingkungan STT Dumai.
  • 1Untuk kelancaran penyelenggaraan suatu program studi maka ditunjuk seorang Ketua Program Studi.
  • 2Ketua Program Studi dibantu Sekretaris Program Studi.
  • 3Ketua dan Sekretaris Program Studi ditunjuk oleh Ketua STT Dumai.

Untuk melaksanakan dan mengembangkan program studi seperti tersebut pada pasal 4 di atas, perlu diterapkan aturan akademik tentang :

  • 1mata kuliah,
  • 2sistem studi mahasiswa,
  • 3sistem evaluasi,
  • 4sanksi akademik, dan
  • 5administrasi akademik.

BAB III Mata Kuliah

  • 1Setiap mata kuliah dilengkapi dengan kode huruf, kode nomor dan diberi bobot yang dinamakan nilai kredit.
  • 2Tujuan dari suatu mata kuliah dinyatakan dalam silabus.
  • 3Silabus disusun oleh kelompok tenaga pengajar dalam program studi yang bersangkutan.

Mata kuliah disusun dan dikembangkan oleh program studi di tingkat sekolah tinggi.

Untuk melaksanakan dan mengembangkan program studi seperti tersebut pada pasal 4 di atas, perlu diterapkan aturan akademik tentang :

  • 1Semua mata kuliah yang ditawarkan untuk setiap program studi (kurikulum program studi) ditetapkan oleh Ketua sekolah tinggi yang disyahkan oleh Koordinator Kopertis X dan terdaftar pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan STT Dumai.
  • 2Perubahan susunan mata kuliah pada program studi diadakan paling cepat sesudah satu tahun pelaksanaan keputusan dari ayat 1 pasal ini.
  • 3Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 pasal ini, diajukan oleh Ketua Program Studi kepada Ketua Sekolah Tinggi.

BAB IV Sistem Studi Mahasiswa

  • 1Setiap program studi memiliki masa studi minimal terdiri dari 8 semester atau telah mengumpulkan nilai kegiatan akademik sebanyak 144 -150 SKS untuk jenjang pendidikan S1.
  • 2Setiap mahasiswa hanya boleh terdaftar pada satu program studi.
  • 1Satu tahun akademik terdir dari 2 (dua) semester yaitu semester ganjil dan semester genap.
  • 2Pada setiap semester ditawarkan sejumlah mata kuliah untuk setiap program studi.
  • 1Besarnya beban studi seorang mahasiswa pada setiap semester sekurang-kurangnya 12 SKS dan sebanyak-banyaknya 24 SKS.
  • 2Penentuan beban studi (jumlah SKS) yang dapat diambil oleh seorang mahasiswa pada satu semester didasarkan pada tingkat keberhasilannya atau indeks prestasi pada semester sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut :
    Indeks Prestasi Beban Studi
    >= 3,00 21 SKS - 24 SKS
    2,50 - 2,99 18 SKS - 21 SKS
    2,00 - 2,49 15 SKS - 18 SKS
    1,50 - 1,99 15 SKS
  • 1Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan registrasi kemahasiswaan di STT Dumai, sebelum perkuliahan dimulai wajib mengisi kartu rencana studi (KRS).
  • 2Perubahan komposisi mata kuliah yang sedang diambil oleh seorang mahasiswa pada setiap semester baik berupa penggantian, penambahan atau pembatalan hanya dapat diijinkan dengan persetujuan Ketua Program Studi atas usulan Penasehat Akademik.
  • 3Pelaksanaan perubahan sebagaimana disebutkan pada ayat 2 pasal ini dapat dilakukan dalam selang 3 (tiga) minggu terhitung dari awal perkuliahan pada semester yang bersangkutan.
  • 4Penyerahan KRS selambat-lambatnya 4 (empat) minggu setelah kegiatan perkuliahan pada semester bersangkutan dimulai.
  • 1Perpindahan seorang mahasiswa antar program studi baik di dalam maupun dari luar STT Dumai dimungkinkan sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
  • 2Kredensial (pengakuan kredit) dari mahasiswa yang tersebut pada ayat 1 pasal ini dapat dipertimbangkan untuk dipindahalihkan sejauh hal tersebut sesuai dengan program studi yang baru.
  • 3Perpindahan sebagaimana disebut pada ayat 1 di atas ditetapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi.
  • 1Untuk kelancaran studi mahasiswa ditunjuk Penasehat Akademik.
  • 2Penasehat Akademik adalah tenaga pengajar yang bertugas membimbing mahasiswa selama studi dan paling sedikit selama 2 (dua) semester, kecuali bilamana diperlukan penggantian dalam masa tersebut.
  • 3Seorang Penasehat Akademik mengasuh atau membimbing mahasiswa minimal 10 (sepuluh) orang mahasiswa.
  • 1Penasehat Akademik yang ditunjuk palingf kurang berpangkat Asisten Ahli (golongan III/a) atau sederajat.
  • 2Penasehat Akademik diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Sekolah Tinggi atas usulan Ketua Program Studi.

Tugas dan tanggung jawab Penasehat Akademik adalah :

  • 1Tugas dan tanggung jawab Penasehat Akademik adalah :
    1. Memberi bimbingan dan nasehat kepada mahasiswa tentang cara-cara yang baik dalam menyelesaikan studi.
    2. Memberi penjelasan dan petunjuk kepada mahasiswa tentang program studinya.
    3. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studinya serta tujuan pendidikan.
    4. Memberi peringatan kepada mahasiswa yang berprestasi rendah.
    5. Meneliti sebab-sebab dan memberikan persetujuan atau perubahan rencana studi mahasiswa.
    6. Menyimpan secara rahasia data mahasiswa yang dibimbingnya.
    7. Memberi laporan atau rekomendasi tentang mahasiswa yang dibimbing bilamana diperlukan.
    8. Menyediakan waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan mahasiswa bimbingannya di kampus.
    9. Mengikuti perkembangan dan kemajuan serta memperhatikan segala segi perilaku mahaiswa yang dibimbingnya.

Dalam rangka untuk menyelesaikan suatu program studi, seorang mahasiswa harus mengambil jalur tugas akhir.

  • 1Tugas akhir adalah suatu karangan ilmiah yang didasarkan atas suatu penelitian.
  • 2Bobot kredit untuk sebuah tugas akhir adalah 6 SKS.
  • 2Pedoman pembuatan tugas akhir diatur tersendiri.
  • 1Dalam pembuatan tugas akhir, seorang mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang dosen pembimbing.
  • 2Pembimbing sebagaimana dimaksud oleh ayat 1 pasal ini terdiri dari Pembimbing I dan Pembimbing II.
  • 2Pembimbing ditetapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi atas usul dari Ketua Program Studi.

Pembimbing seperti yang tersebut pada pasal 21 di atas bertanggung jawab :

  • 1Membimbing mahasiswa dalam pembuatan proposal.
  • 2Mengawasi penelitian mahasiswa.
  • 3Memeriksa dan memberi nilai terhadap tugas akhir mahasiswa yang dibimbingnya.
  • 1Seorang mahasiswa dapat menghentikan studinya untuk sementara waktu karena keadaan terpaksa.
  • 2Seorang mahasiswa dapat mengundurkan diri dari kegiatan akademik dengan ketentuan mahasiswa yang bersangkutan belum pernah mengikuti kegiatan akademik pada semester tersebut dan harus mengajukan surat Berhenti Studi Semester (cuti semester / masa langkau).
  • 3Mengundurkan diri dari kegiatan akademik seperti disebut pada ayat 2 pasal ini harus dibuat secara tertulis yang disetujui oleh Ketua Program Studi dan disyahkan oleh Ketua Sekolah Tinggi.
  • 4Berhenti studi sementara dapat dilakukan oleh mahasiswa paling lama untuk jangka waktu 4 (empat) semester.
  • 5Jangka waktu tersebut di atas tidak diperhitungkan dalam menghitung lamanya studi.

Mahasiswa yang cuti semester dapat aktif kuliah kembali pada semester berikutnya dengan mendaftarkan diri seperti mahasiswa lainnya pada saat pendaftaran semester dan membawa surat ijin cuti.

Selama bebas cuti sementara atau tidak terdaftar, mahasiswa tidak dibenarkan mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

  • 1Mahasiswa yang memperoleh nilai D dapat mengulang mata kuliah tersebut untuk perbaikan nilai selama batas studi yang diperkenankan belum terlampaui.
  • 2Untuk melakukan perbaikan nilai seperti disebutkan pada ayat 1 pasal ini, mahasiswa yang bersangkutan harus mengikuti perkuliahan mata kuliah tersebut dan menjadi beban studi menurut semestinya sesuai dengan pasal 14.
  • 1Mahasiswa yang mendapat nilai C dapat mengulang mata kuliah tersebut untuk mendapatkan perubahan nilai selama batas studi masih memungkinkan.
  • 2Untuk melakukan perbaikan nilai seperti disebutkan pada ayat 1 pasal ini, mahasiswa yang bersangkutan harus mengikuti perkuliahan mata kuliah tersebut dan menjadi beban studi menurut semestinya sesuai dengan pasal 14.

BAB V Sistem Evaluasi

  • 1Menetapkan beban studi semester seperti dimaksud pada ayat 2 pasal ini, pertama kali dilakukan pada semester II dan kemudian pada semester-semester berikutnya.
  • 2Menentukan kelanjutan studi mahasiswa berdasarkan indeks prestasi kumulatif.
  • 3Penentuan kelanjutan studi mahasiswa seperti dimaksudkan pada ayat 2 pasal ini, pertama kali dilakukan pada akhir semester keempat, akhir semester kedelapan, akhir semester keduabelas dan kemudian setelah masa studi 7 (tujuh) tahun.
  • 4Dalam satu semester paling sedikit diadakan dua kali ujian yaitu :
    1. Ujian tengah semester (UTS).
    2. Ujian akhir semester (UAS).
  • 1Ujian sebagaimana yang tersebut pada ayat 4 pasal 28 dapat dilaksanakan secara tertulis atau lisan.
  • 2Ujian-ujian tersebut dilaksanakan secara terjadwal sesuai dengan kalender akademik STT Dumai.

Untuk lebih melengkapkan kemampuan ilmiah dan pengalaman materi untuk mencapai evaluasi yang lebih objektif kepada mahasiswa dapat dibebankan tugas-tugas seperti :

  • 1pekerjaan rumah,
  • 2seminar kelompok,
  • 3membuat koleksi,
  • 4membuat laporan studi kasus,
  • 5studi pustaka,
  • 6kuis dan atau
  • 7bentuk-bentuk tugas lain.
  • 1Penilaian ujian dapat dilaksanakan dengan menggunakan Penilaian Acuan Normal (PAN) atau Penilaian Acuan Patokan (PAP).
  • 2Penilaian ujian seperti disebutkan pada ayat 1 pasal ini digunakan tergantung pada proses belajar mengajar, keadaan populasi dan jenis mata kuliah.
  • 1Nilai akhir suatu mata kuliah adalah gabungan dari hasil ujian dan penilaian tugas-tugas akademik seperti yang disebutkan pada ayat 3 pasal 28 dan pasal 30 di atas setelah diberi pembobotan.
  • 2Pembobotan seperti disebutkan pada ayat 1 pasal ini ditentukan oleh dosen yang bersangkutan.
  • 1Nilai suatu mata kuliah dinyatakan dengan nilai angka yaitu nol hingga seratus dan nilai huruf mutu yaitu : A, B, C, D, E.
  • 2Huruf mutu juga dapat dinyatakan dengan angka mutu dan mutu. Hubungan antara nilai angka, huruf mutu, angka mutu dan mutu adalah sebagai berikut :
    Nilai Angka Huruf Mutu Angka Mutu Mutu
    80 - 100 A 4 Istimewa
    65 - 79 B 3 Sangat baik
    55 - 64 C 2 Baik
    45 - 54 D 1 Cukup
    <= 44 E 0 Gagal

Ujian akhir semester dari suatu mata kuliah hanya dapat dilaksanakan bila jumlah perkuliahan dari mata kuliah tersebut sudah mencapai 80% dari jumlah perkuliahan normal yang diharuskan.

Seorang mahasiswa diperkenankan mengikuti ujian akhir semester untuk suatu mata kuliah bila yang bersangkutan telah mengikuti perkuliahan paling kurang 75% dari jumlah perkuliahan mata kuliah tersebut yang dibuktikan dengan kartu hadir.

  • 1Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut pada pasal 35 di atas tanpa alasan yang sah, tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir semester.
  • 2Kepada mahasiswa yang tersebut pada ayat 1 pasal ini diwajibkan mengikuti perkuliahan dan praktikum kembali dan komponen nilai yang diperoleh dalam mata kuliah tersebut dinyatakan batal.

Mahasiswa mengikuti kuliah minimal 75% tetapi tidak mengikuti ujian akhir semester yang terjadwal karena sakit atau halangan lain dengan alasan-alasan yang dapat diterima Ketua Program Studi, dapat mengikuti ujian susulan.

  • 1Untuk kelancaran jalannya ujian akhir semester perlu ditetapkan tata tertib ujian.
  • 2Penetapan tata tertib ujian seperti disebutkan pada ayat 1 pasal ini akan diatur sendiri.
    1. Dapat berkonsultasi bilamana dipandang perlu atau melaporkan kesulitan - kesulitan yang dialaminya dalam menyelesaikan studinya.
    2. Wajib berkonsultasi secara periodik (awal semester) dalam menyusun Rencana Studi dan minta pengesahannya.
  • 1Bila mahasiswa tidak melengkapi seluruh komponen nilai yang harus dipenuhi untuk suatu mata kuliah maka nilai mata kuliahnya dinyatakan belum lengkap (BL).
  • 2Nilai BL seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini akan diganti dengan nilai E apabila mahasiswa tersebut tidak dapat melengkapi dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sesudah diumumkan.
  • 3Dalam menghitung indeks prestasi, mata kuliah yang bernilai BL tidak diperhitungkan.

Seorang mahasiswa dinyatakan lulus dalam suatu program studi apabila :

  • 1Telah lulus seluruh mata kuliah yang telah ditetapkan dengan komposisi seperti tertera dalam kurikulum.
  • 2Telah mencapai indeks prestasi minimal 2,00 untuk lulus jenjang pendidikan S1.
  • 3Jumlah SKS mata kuliah yang bernilai D maksimal sesuai dengan masing-masing kelompok mata kuliah yang diperbolehkan sebagai berikut :
    Komponen / Komponen Mata Kuliah Jumlah SKS Maksimum Nilai D
    Mata kuliah Perkembangan Kepribadian (MPK) 2
    Mata kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) 4
    Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) 3
    Mata kuliah Prilaku Berkarya (MPB) 3
    Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) 2
    Total = 14
  • 4Terdaftar aktif sebagai mahasiswa maksimum tujuh tahun atau 14 semester.
  • 5Tidak ada nilai D dan E.
  • 6Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,00.
  • 7Lulus ujian Sarjana melalui Sidang Tugas Akhir.
  • 1Yudisium adalah predikat kelulusan yang diberikan kepada seorang mahasiswa berdasarkan indeks prestasi kumulatif yang bersangkutan.
  • 2Predikat lulus seperti yang disebutkan pada ayat 1 pasal ini adalah sebagai berikut :
    1. Cum Laude, apabila :
      1. Indeks prestasi kumulatif > 3,70 pada jenjang pendidikan S1.
      2. Tidak ada nilai C.
      3. Masa studi paling lama sama dengan masa studi yang ditawarkan pada kurikulum.
    2. Sangat Memuaskan, apabila :
      1. Indeks prestasi kumulatif 3,00 - 3,70 pada jenjang pendidikan S1.
      2. Tidak ada nilai D.
      3. Masa studi paling lama sama dengan masa studi yang ditawarkan pada kurikulum ditambah 2 (dua) semester.
    3. Memuaskan, apabila indeks prestasi kumulatif sekurang-kurangnya 3,00 pada jenjang pendidikan S1.
  • 3Pada setiap wisuda dipilih lulusan terbaik dari tiap-tiap program studi.

BAB VI Sanksi Sekolah Tinggi

  • 1Sanksi akademik adalah kriteria kualifikasi akademik bagi seorang mahasiswa yang sedang melanjutkan studinya dari suatu tahap ke tahap berikutnya dari program studi yang diambilnya.
  • 2Sanksi akademik diberlakukan pada akhir 2 tahun pertama dan setelas masa studi 7 tahun efektif..

Mahasiswa yang telah belajar 2 tahun (empat semester) efektif tidak diperkenankan melanjutkan studinya apabila pada evaluasi akhir semester keempat (dua tahun pertama) tidak memenuhi kedua persyaratan sebagai berikut :

  • 1Telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 36 SKS.
  • 2Mencapai indeks prestasi kumulatif serendah-rendahnya 2,00.

Mahasiswa yang telah belajar selama 4 tahun (delapan semester) efektif akan diberi peringatan terakhir apabila pada evaluasi akhir semester delapan (dua tahun kedua), yang bersangkutan tidak memenuhi kedua persyaratan sebagai berikut :

  • 1Telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 90 SKS (S! dan DIII).
  • 2Mencapai indeks prestasi kumulatif serendah-rendahnya 2,00 (S1 dan DIII).

Mahasiswa yang telah belajar selama 6 tahun (dua belas semester) efektif akan diberi peringatan apabila pada evaluasi akhir semester dua belas (dua tahun ketiga), yang bersangkutan tidak memenuhi kedua persyaratan sebagai berikut :

  • 1Telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 130 SKS.
  • 2Mencapai indeks prestasi kumulatif serendah-rendahnya 2,00.
  • 1Mahasiswa akan dikeluarkan dari program studi yang bersangkutan apabila melebihi batas waktu studi 14 semester (7 tahun) efektif untuk S1.
  • 2Pengeluaran mahasiswa seperti yang dimaksud ayat 1 pada pasal ini, ditetapkan dengan keputusan Ketua Sekolah Tinggi atas usulan Ketua Program Studi.

BAB VII Administrasi Sekolah Tinggi

  • 1Kalender akademik diterbitkan pada setiap awal tahun akademik.
  • 2Di dalam kalender akademik tercantum semua kegiatan dan jadwal pendidikan serta pengajaran.
  • 1Setiap mahasiswa harus mendaftarkan diri setiap awal semester.
  • 2Pendaftaran dilaksanakan oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.
  • 3Syarat-syarat administrasi pendaftaran seperti yang dimaksud ayat 2 pada pasal ini ditentukan tersendiri.
  • 4Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri pada dasarnya berhak mendapatkan dan menggunakan semua fasilitas akademik yang tersedia.

Ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan administrasi akademik secara teknis diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.

BAB VIII Penutup

Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur dalam peraturan tersendiri.

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Seluruh hak cipta - © STT Dumai 2019.